MEMANG TUHAN ALLAH KURANG TINGGI?
Mazmur 99
Si kecil Tina bertanya kepada ibunya, “Mama, Tuhan Allah itu sebenarnya tinggi atau pendek, sih?” Ibunya tersenyum dan menjawab, “Memang kenapa, sayang? Kok bertanya seperti itu?” “Di Sekolah Minggu kami diajari lagu: ‘Allah ditinggikan dengan sorak-sorai, Allah ditinggikan dengan sangkakala’. Nah, kalau Allah itu sudah tinggi, kenapa harus ditinggikan lagi?”
Ajakan dalam Mazmur 99, “Tinggikanlah TUHAN, Allah kita”, tentu tidak berkaitan dengan ukuran tinggi atau pendek seperti dalam pengertian manusia. Dalam bahasa aslinya, ungkapan ini merupakan ajakan untuk mengagungkan TUHAN. Kita diajak untuk mengagungkan TUHAN Allah karena Dialah yang menegakkan kebenaran, hukum, dan keadilan. Ketika dalam kehidupan ini kebenaran, hukum, dan keadilan ditegakkan, maka damai sejahtera—shalom—yang sejak awal dirancangkan TUHAN Allah akan semakin nyata. Hal itu hanya dapat terjadi di dalam dan bersama TUHAN Allah. Sebab jika seseorang sungguh “meninggikan” Dia, berarti orang tersebut sungguh-sungguh mengutamakan Dia dalam segala hal.
“Sujud menyembah” bukan sekadar berarti menghormati, tetapi juga menundukkan diri kepada Dia yang disembah. Oleh karena Dia adalah Allah yang kudus, maka sudah sepatutnya kita juga memelihara kekudusan kita sebagai umat-Nya. Mari kita tinggikan Tuhan Allah kita, mari kita sujud menyembah Dia yang kudus. (Wasiat)
DOA: Ya Tuhan, Allah Yang Maha Kudus, tolong kami agar mampu menjalani hidup yang senantiasa mengagungkan nama-Mu. Amin.